Perdebatan ini tidak pernah selesai di forum kolektor, padahal buat mayoritas orang jawabannya cukup praktis: pilih yang paling kecil kemungkinannya bikin kamu kesal setiap pagi.
Cara kerjanya beda jauh
Automatic digerakkan pegas yang diputar oleh rotor setiap tanganmu bergerak. Quartz digerakkan baterai yang menggetarkan kristal kuarsa 32.768 kali per detik. Yang satu mesin mekanis penuh, yang satu elektronik.
Perbandingan singkat
| Aspek | Automatic | Quartz |
|---|---|---|
| Akurasi | -20 s/d +40 detik per hari | |
| Perawatan | Servis 4–6 tahun sekali | |
| Cadangan daya | 38–80 jam bila tidak dipakai | |
| Gerak jarum detik | Menyapu halus | |
| Bobot | Umumnya lebih berat | |
| Harga awal | Mulai jutaan |
Pertanyaan yang benar
Alih-alih bertanya “mana yang lebih bagus”, tanyakan: berapa jam sehari jam ini nempel di tangan saya? Automatic butuh dipakai minimal 8 jam sehari untuk tetap hidup. Kalau kamu punya lima jam dan bergantian memakainya, tiap pagi akan ada ritual setel ulang tanggal.
Mitos yang perlu ditinggalkan
- “Quartz itu murahan.” Grand Seiko 9F dan beberapa quartz high-accuracy harganya puluhan juta.
- “Automatic tidak perlu baterai jadi lebih hemat.” Servis lengkap sekali bisa seharga jam quartz baru.
- “Jarum menyapu berarti automatic.” Sebagian quartz punya mode sweep — cek mesinnya, bukan jarumnya.
Kamu tim yang mana?
Pilih satu untuk melihat hasilnya
Jam automatic-mu berhenti setelah dua hari di laci. Apa yang terjadi?
Jam terbaik bukan yang paling rumit mesinnya, tapi yang paling sering kamu pakai.


